Cegah Penurunan Tanah Dengan Mengembalikan Air Ke Dalam Tanah



Mungkin Anda atau masyarakat umumnya cenderung menuduh terjadinya banjir akibat dari sumbatan sampah, saluran got (drainase) yang tidak memadai, menurunnya fungsi sungai dan daya dukung lingkungan atau akibat dari tingginya curah hujan. Belum banyak yang mengetahui bahwa masih ada faktor lain yang menjadi penyebab banjir yakni akibat penurunan tanah.  

Penurunan tanah (land subsidence) merupakan suatu kejadian alam yang banyak terjadi di kota-kota besar. Penurunan tanah adalah proses pemerosotan atau anjloknya tanah secara bertahap atau secara tiba-tiba seiring dengan pergerakan material bumi serta terciptanya rongga di bawah permukaan tanah. 

Menurut Whittaker and Reddish tahun 1989, beberapa penyebab terjadinya penurunan muka tanah yaitu :
  • Penurunan muka tanah akibat adanya aktivitas pengambilan bahan cair dalam tanah seperti minyak bumi dan air tanah.
  • Penurunan muka tanah akibat terjadinya aktivitas geologi seperti tektonik dan vulkanik.
  • Penurunan muka tanah akibat adanya aktivitas pengambilan bahan padat dari tanah seperti penambangan.
  • Penurunan muka tanah akibat adanya beban berat diatas tanah seperti bangunan sehingga lapisan-lapisan tanah dibawahnya mengalami proses kompaksi (kestabilan tanah), konsolidasi dan pemadatan.
 Jika dinding rumah tinggal Anda terlihat retak-retak dan posisi jalanan lebih tinggi daripada rumah Anda, itu tanda-tanda bahwa telah terjadi penurunan tanah. Selain itu tanda-tanda lainnya adalah saluran air menjadi patah, miring atau berubah arah.

Menurut Hasanudin Z. Abidin seorang peneliti geodesi dari Institut Teknologi Bandung, selain dari akibat beban dari bangunan dan jalan, salah satu faktor penurunan tanah adalah akibat dari penyedotan air tanah untuk kebutuhan industri, rumah tinggal, hotel, mal, apartemen dan lain sebagainya. 

Melihat dari kedua sumber tersebut, dapat disimpulkan bahwa penurunan tanah yang disebabkan oleh beban yang berat dari bangunan maupun jalanan diatasnya serta adanya penyedotan air tanah, hal tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara untuk mengatasi atau mencegah terjadinya penurunan tanah tersebut?. Mengurangi beban bangunan atau jalan tentu tidak mungkin, mengurangi penyedotan dan penggunaan air tanah bukannya tidak mungkin, tetapi bisa dikatakan tidak bijak karena air merupakan kebutuhan primer dari masyarakat. Satu-satunya cara yang lebih tepat dan bijak adalah dengan mengembalikan air ke dalam tanah sehingga air tersebut akan mengisi rongga-rongga kosong yang ada di dalam tanah.

Kendala yang dapat menghambat kembalinya air ke dalam tanah adalah akibat tidak adanya tanaman, permukaan tanah sudah tertutup baik itu oleh aspal, beton, bangunan maupun lainnya, serta lapisan atas permukaan tanah sudah mengalami pemadatan. Untuk mengatasi kendala tersebut, metode yang mudah dan murah untuk Anda lakukan sehingga air dapat kembali ke dalam tanah adalah dengan membuat Lubang Resapan Biopori dan Sumur Resapan. Bisa Anda membuat salah satunya atau jika memungkinkan dibuat kedua-duanya. Adanya Lubang Resapan Biopori dan Sumur Resapan dapat membantu air khususnya air hujan untuk mengalir dan masuk terserap ke dalam tanah sehingga mencegah terjadinya efek penurunan tanah. Artikel sebelumnya sudah pernah dibahas bagaimana langkah-langkah membuat Lubang Resapan Biopori serta bagaimana cara membuat Sumur Resapan.

Anda tertarik untuk membuat Lubang Resapan Biopori atau Sumur Resapan?..... Klik Disini

SAVE THE WATER...KEMBALIKAN DIA KE DALAM TANAH
Artikel Seputar Biopori dan Sumur Resapan

Cegah Penurunan Tanah Dengan Mengembalikan Air Ke Dalam Tanah
Post a Comment